Wakili Bupati PALI Soemarjono : Transmigran Harus Jadi Contoh Jangan Bermalas-malasan


PALI,BERITA-ONE.COM-Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM diwakili Wabup Drs. H. Soemarjono melakukan monitoring perkembangan lokasi transmigrasi di Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara.

Pada kunjungannya ke lokasi transmigrasi di desa Tempirai Selatan, H Soemarjono berpesan agar warga transmigran harus menjadi contoh bagi warga lainnya.

Terutama warga transmigran dari luar daerah, Wabup PALI menginginkan agar mereka bekerja keras turut membangun PALI, karena program transformasi merupakan program strategis nasional, yang salah satu tujuannya mengentaskan kemiskinan.

"Untuk apa jauh-jauh meninggalkan kampung halaman kalau hanya untuk bermalas-malasan. Tujuan pemerintah Kabupaten PALI mengundang anda untuk memberikan dorongan dan menjadi contoh bagi warga lokal, jangan jadi beban disini," pesan Wabup.

Wabup mengaku bahwa tantangannya dalam membangun lokasi transmigrasi tidak mudah,  kesulitan pasti ada, tapi sikapi permasalahan sebagai suatu pelajaran.

"Terus bekerja keras, manfaatkan lahan yang telah diberikan agar bisa menghasilkan dan bisa menghidupi keluarga kita," imbuhnya.

Kepada transmigran warga lokal, Wabup juga mengharapkan agar jangan bergantung pada warga luar.

"Jangan hanya menunggu jatah hidup, hal itu bukan musimnya lagi. Tapi harus bekerja keras memanfaatkan lahan yang telah dibuka supaya ke depan warga yang ada di lokasi transmigrasi bisa sejahtera," harapnya.

Wabup menceritakan awal dibukanya lahan yang ada di desa Tempirai Selatan, dimana saat itu, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten PALI Usmandani meminta dukungan pembukaan lahan transmigrasi.

"Sejauh lahan tersebut tidak ada manfaatnya, kami mendukung untuk dibuka agar menjadi lahan produktif termasuk untuk lahan transmigrasi. Permintaan dukungan pembukaan lahantransmigrasi, pertama kali disampaikan oleh almarhum Usmandani yang saat itu saya sebagai ketua DPRD. Hasilnya saat ini alhamdulillah sudah terlihat nyata dan sudah berdiri perumahan dan lahan transmigrasi," terangnya.

Sementara itu, Endang Silanperensi Kepala Disnakertrans Kabupaten PALI menyatakan bahwa tahun 2022 lalu telah masuk warga transmigrasi sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK).

"Terdiri dari 9 KK warga transmigran luar pulau Sumatera dan 12 KK dari warga lokal Tempirai," ujar Endang.

Pada kunjungan itu, Wabup PALI berinteraksi langsung dengan warga transmigran, mendengarkan keluhan warga terkait persoalan pengelolaan lahan transmigrasi.

Diantara keluhan yang disampaikan sejumlah warga adalah meminta pendampingan dari Dinas Pertanian, mahalnya pupuk, meminta bantuan menetralkan keasaman tanah, air bersih dan listrik juga kesehatan.(SH)

No comments

Powered by Blogger.