Tak Mau Bayar Hutang,,PT Freeport Indonebsia Digugat Pailit Kepengadilan.

Tim Kuasa Hukum Pemohon

JAKARTA,BERITA-ONE.CO.ID--Kuasa hukum Sri Widodo SH S.PN dari Low Office Banuara & Partmers yang terdiri dari MR Banuara Sianipar SH,MH,CPHR,CRA, Rohana S Herutomo,MBA, Dede  Mulyantana Sembiring Sembiring SH Charmelytha Ptri SH dan Irfan Rosyadi SH,M.Kn mengajukan Permohonan Penundaan  Kewajiban Pembayaran Hutang (PKPU) kepada Termohon PT Freeport Indonesia  di jalan HR  RasunaSaid  Kav.X-7 NO: 6 Jakarta.

Dalam hal ini Pemohon PKPU mengajukan Permohonan  PKPU terhadap PT Freeport Indonesia yang  diwakili  Presiden Direktur-nya,  Clayton Ellen Wenas ( Tony Wemas) yang beralamat  di jalan Sindanglaya NO. 10 RT.04/07 Menteng JakartaPusat. 

“Kami dari kantor Banuara & Friends Law Office, telah mendaftarkan Permohonan PKPU terhadap PT Freeport Indonesia, ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tutur Banuara Sianipar, kepada wartawan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (5/4/2024).

Banuara Sianipar mewakili kliennya Sri Widodo, yang beralamat di Jalan Budi Utomo Nomor 73, Kelurahan Inauga, Kecamatan Wania, Kabupaten Mimika, Papua.

Permohonan PKPU ini kami ajukan, dikarenakan pihak PT Freeport Indonesia, telah dengan sengaja tidak membayarkan upah atau hasil kerja yang telah dilakukan kliennya.

“Sudah berjalan tiga tahun, dan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan pihak PT Freeport Indonesia. Namun tak kunjung dibayarkan tagihan kepada klien kami,” ungkapnya.

Menurut Banuara Sianipar besar tagihan yang tak kunjung dibayarkan oleh PT Freeport Indonesia kepada kliennya tersebut, senilai Rp 176.190.189.142

Dalam beberapa kali pertemuan dan rapat dengan pihak PT Freeport Indonesia, klien kamo disuruh melengkapi dokumen dan sejumlah administrasi. Dan sudah dilengkapi semua. Namun, anehnya, belakangan ini, ada saja alasan yang dibuat-buat oleh oknum di PT Freeport Indonesia itu, sehingga hingga kini tagihan klien kami tak dibayarkan,” katanya.

Lebih lanjut Banuara Sianipar menjelaskan ada sejumlah pekerjaan, yang telah dikerjakan oleh kliennya, yang sudah sesuai kontrak dan juga kerja sama dengan PT Freeport Indonesia, namun sayangnya hingga kini tak dibayar oleh PT Freeport Indonesia.

Akhirnya, klien kami meminta agar kami sebagai Kuasa Hukumnya mengambil langkah-langkah hukum, termasuk mendaftarkan permohonan PKPU ini,” ujar Banuara Sianipar.

Kami sudah melakukan somasi sebanyak dua kali kepada PT Freeport Indonesia, yang dujawab dengan alasan-alasan vertele-tela dan tidak jelas, yang pada intinya tidak membayar tagihan klien kami,” ucapnya.

Lantas, Banuara Sianipar berharap, dengan permohonan PKPU yang telah didaftarkan ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, maka PT Freeport Indonesia segera membayakan tagihan kliennya.

Permohonan PKPU atas PT Freeport Indonesia yang diajukan Banuara Sianipar dan rekannya itu, juga disertai kreditor lainnya atas nama Drs Dwihesti Tjahja Kirana beralamat di Taman Wisma Asri, Jalan Mangga 2 Blok A3 No 4 RT 003 / RW 04, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Jawa Barat.

Nanti akan kita ikuti proses persidangannya dan mungkin dalam seminggu sudah ada jatwal persidangannga. (SUR)

No comments

Powered by Blogger.