Tersambar Petir, ACB RSUD Prabumulih Rusak : Listrik Kembali Normal Senin Malam
PRABUMULIH, BERITAONE.CO.ID — Aliran listrik di RSUD Prabumulih yang sempat mengalami pemadaman akibat gangguan teknis akhirnya kembali normal pada Senin malam. Gangguan tersebut disebabkan kerusakan pada ACB (Air Circuit Breaker) sebelah kiri yang tersambar petir saat cuaca ekstrem melanda Kota Prabumulih.
Direktur RSUD Prabumulih, dr. Ade Nur Ikhlas, didampingi jajaran manajemen H. Ahmad Afritandi, SH, MSi, menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat sistem pengaman yang secara otomatis memutus aliran listrik ketika terjadi lonjakan daya karena sambaran petir.
“Setelah dilakukan pengecekan, diketahui ACB sebelah kiri mengalami kerusakan cukup serius karena tersambar petir. Komponen ini merupakan pengatur sekaligus pengaman distribusi listrik utama di rumah sakit,” ujar dr. Ade Nur Ikhlas.
Ia menegaskan, begitu gangguan terjadi, pihak rumah sakit langsung mengaktifkan sistem listrik cadangan guna memastikan pelayanan medis tetap berjalan, terutama di unit-unit vital seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU, ruang operasi, serta ruang rawat inap.
“Alhamdulillah pelayanan tidak sampai terhenti total karena kami memiliki genset sebagai back-up. Namun memang ada beberapa titik yang sempat terdampak sebelum sistem stabil sepenuhnya,” jelasnya.
Setelah dilakukan penggantian komponen yang rusak serta pengujian menyeluruh, aliran listrik di RSUD Prabumulih dinyatakan kembali normal sejak pukul 22.30 WIB, Senin malam.
“Kami melakukan uji beban dan pengecekan berulang untuk memastikan sistem benar-benar aman sebelum dinyatakan normal. Ini menyangkut keselamatan pasien dan tenaga medis,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Ade Nur Ikhlas mengungkapkan pihaknya akan mengusulkan penambahan kapasitas genset guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Pasalnya, genset yang ada saat ini dinilai masih memiliki keterbatasan daya jika terjadi pemadaman dalam skala besar.
“Kami akan mengusulkan penambahan genset karena kapasitas yang ada saat ini masih terbatas. Dengan bertambahnya fasilitas dan layanan di RSUD Prabumulih, kebutuhan daya listrik juga semakin meningkat. Kami ingin ke depan sistem cadangan benar-benar mampu menopang seluruh layanan tanpa terkecuali,” tegasnya.
Sementara itu, H. Ahmad Afritandi menambahkan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen untuk memperkuat sistem proteksi kelistrikan, termasuk peningkatan instalasi penangkal petir serta pemeriksaan berkala terhadap panel distribusi listrik.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun perencanaan anggaran, agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Manajemen RSUD Prabumulih juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknisi yang bergerak cepat menangani gangguan tersebut sehingga dampaknya dapat diminimalisir. Kini, dengan normalnya kembali aliran listrik, seluruh aktivitas pelayanan di RSUD Prabumulih telah berjalan seperti biasa.(MM)



No comments