PT SPF Klarifikasi Isu Tenaga Asing, Tegaskan Hanya Tenaga Ahli Perakitan Mesin Sementara
OGAN ILIR, BERITAONE. CO.ID— PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) memberikan klarifikasi terkait isu banyaknya tenaga kerja asing asal China yang bekerja di perusahaan tersebut. Manajemen menegaskan bahwa tenaga asing yang didatangkan bukanlah pekerja tetap, melainkan tenaga ahli khusus untuk perakitan mesin.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh pihak manajemen PT SPF. Mereka menyebutkan bahwa seluruh tenaga kerja asing yang ada saat ini merupakan tenaga ahli yang didatangkan untuk merakit mesin baru yang dibeli dari China.
“Seluruh tenaga kerja asing yang ada merupakan tenaga ahli mesin yang kami datangkan khusus untuk merakit mesin pabrik yang baru kami beli dari China. Mereka ini hanya pekerja sementara, bukan tenaga tetap di perusahaan,” ujar pihak manajemen PT SPF.
Menurutnya, penggunaan tenaga ahli dari China dilakukan karena mesin yang dibeli merupakan produksi dari negara tersebut, sehingga membutuhkan teknisi yang memahami secara detail proses perakitan.
“Kenapa kami datangkan tenaga ahli dari China? Karena mesin yang kami beli adalah produksi dari sana, sehingga yang paling memahami teknis perakitannya adalah tenaga dari perusahaan pembuat mesin tersebut. Setelah pekerjaan selesai, mereka akan kembali ke negara asalnya,” jelasnya.
Saat ini, PT SPF tengah membangun pabrik baru yang lokasinya tidak jauh dari pabrik lama. Dengan adanya ekspansi tersebut, perusahaan memastikan akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
“Nantinya, untuk tenaga kerja operasional akan diprioritaskan bagi masyarakat lokal, khususnya warga Sumatera Selatan,” tambahnya.
Sebelumnya, keberadaan tenaga kerja asing di PT SPF sempat menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Anggota Komisi III DPRD Ogan Ilir, Huzaimi, mengungkapkan adanya sekitar 80 tenaga kerja asing asal China di perusahaan tersebut.
“Saat ini di PT SPF ada sekitar 80 tenaga kerja asing asal China. Kami minta dinas terkait untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Huzaimi dalam rapat paripurna, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai, jika informasi tersebut benar, kondisi tersebut cukup ironis mengingat masih banyak masyarakat Ogan Ilir yang membutuhkan pekerjaan.
PT SPF sendiri merupakan salah satu perusahaan besar di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu lapis atau papan triplek berkualitas tinggi, dengan pasar hingga ke mancanegara. (zaki)



No comments