Warga Tanjung Batu dan Payaraman Sulit Dapat BBM, Anggota DPRD Ogan Ilir Huzaimi Minta Pemerintah Segera Cari Solusi
![]() |
| DPRD Kabupaten Ogan Ilir Daerah Pemilihan (Dapil) V Tanjung Batu–Payaraman, Huzaimi, |
OGAN ILIR, BERITA ONE. CO.ID– Masyarakat Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan solar subsidi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan terlihat hampir setiap hari di sejumlah SPBU dan Pertashop yang berada di wilayah Tanjung Batu dan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat warga desa kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir Daerah Pemilihan (Dapil) V Tanjung Batu–Payaraman, Huzaimi, meminta instansi terkait segera memberikan solusi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan BBM.
Menurut Huzaimi, persoalan yang terjadi saat ini bukan disebabkan kekurangan pasokan BBM, melainkan karena distribusi yang dinilai kurang merata setelah pengecer tidak lagi diperbolehkan mengambil stok BBM dari SPBU.
“Kami sudah menerima banyak keluhan warga Tanjung Batu. Hampir setiap hari antrean panjang terjadi di SPBU dan Pertashop di sana. Ini bukan masalah kekurangan produksi, tapi masalah penyalurannya yang kurang meluas,” ujar Huzaimi, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelum adanya aturan yang melarang pengecer membeli BBM di SPBU, masyarakat desa tidak perlu antre panjang karena bisa membeli BBM di tingkat pengecer di kampung masing-masing.
“Dulu sebelum para pengecer di kampung-kampung masih bisa ambil stok BBM di SPBU, masyarakat tidak perlu lagi antre panjang di SPBU karena mereka cukup beli di pengecer saja. Sejak ada aturan pengecer tidak diperkenankan lagi beli di SPBU, beginilah yang terjadi, antrean panjang di mana-mana,” katanya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil V, Huzaimi berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mencari jalan keluar agar distribusi BBM kembali lancar dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama petani, pedagang, dan pengemudi kendaraan umum yang sangat bergantung pada BBM untuk bekerja setiap hari.
“Kelangkaan ini sangat merugikan petani, pedagang, dan pengemudi kendaraan umum yang sangat bergantung pada BBM untuk kegiatan sehari-hari,” pungkasnya. (zaki)



No comments