Cerobong Asap PT BKP Diduga Keluarkan Asap Hitam Pekat, Warga Lemah Abang Khawatirkan Dampak Kesehatan


BEKASI, BERITAONE.CO.ID — Aktivitas cerobong asap pabrik PT Bina Karya Prima (BKP) di kawasan Lemah Abang, Bekasi Utara, kembali menjadi sorotan. Cerobong pabrik tersebut disebut warga kerap mengeluarkan asap berwarna hitam pekat yang membumbung ke udara.

Kondisi tersebut telah cukup lama dikeluhkan masyarakat sekitar. Warga mengkhawatirkan asap yang keluar dari cerobong dapat memengaruhi kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Persoalan ini tidak hanya menjadi perhatian warga, tetapi juga berkaitan dengan aspek teknis, kesehatan masyarakat, kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup, serta pengawasan terhadap aktivitas industri.

Pengamat hukum Tanlih Barimbing mengatakan, keluhan masyarakat terkait asap hitam dari cerobong pabrik perlu mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan maupun instansi berwenang.

“Media massa, baik media cetak, elektronik maupun platform digital, memiliki peran penting dalam mempublikasikan fenomena ini sebagai bentuk fungsi pengawasan sosial atau social watchdog,” ujar Tanlih, Kamis (13/8/2026).

Menurut Tanlih, asap hitam pekat yang keluar dari cerobong dapat menjadi indikasi adanya proses pembakaran yang tidak sempurna. Namun, untuk memastikan penyebab dan tingkat pencemarannya, diperlukan pemeriksaan teknis serta pengujian kualitas emisi oleh pihak yang berkompeten.

Ia menambahkan, paparan partikulat dan polutan udara dalam jangka waktu tertentu dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan. Keluhan yang mungkin muncul antara lain iritasi mata dan gangguan saluran pernapasan, sementara masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan tertentu dapat mengalami kondisi yang lebih buruk.

Selain itu, endapan abu dan debu berwarna gelap juga dikhawatirkan mengotori rumah warga, fasilitas umum, maupun lingkungan di sekitar permukiman.

PT BKP diketahui merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi minyak goreng, margarin, dan sabun mandi batangan. Berdasarkan pantauan media, cerobong pabrik tersebut masih terlihat mengeluarkan asap berwarna gelap yang membumbung tinggi.

Sejumlah warga mengaku telah menyampaikan keberatan terhadap kondisi tersebut karena khawatir aktivitas pabrik memberikan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Ismail, salah seorang warga, mengatakan masyarakat juga memperoleh informasi mengenai dugaan penggunaan batu bara berkualitas rendah sebagai bahan bakar. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian teknis.

“Penggunaan batu bara dengan kualitas tertentu bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik emisi, tetapi tentunya harus ada pemeriksaan untuk memastikan penyebab asap hitam tersebut,” kata Ismail.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BKP belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga maupun dugaan asap hitam dari cerobong pabrik tersebut.

Sejumlah wartawan juga disebut telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak perusahaan. Namun, hingga kini belum diperoleh keterangan resmi mengenai penyebab keluarnya asap hitam maupun langkah perusahaan dalam menangani keluhan masyarakat.

Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kualitas emisi cerobong secara objektif, sehingga kondisi udara di sekitar kawasan pabrik tetap terjaga dan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat dapat terlindungi.(SUR)

No comments

Powered by Blogger.