Warga Sekitar Pabrik PT BKP Berharap Cerobong Asap Segera Diperbaiki

Keterangan foto : Cerobong asap pabrik PT BKP berwarna hitam pekat.

JAKARTA, BERITAONE.CO.ID – Keberadaan pabrik PT Bina Karya Prima (PT BKP) yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi KM 27, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian menyusul keluhan warga terkait dugaan pencemaran udara dari cerobong asap pabrik.

Warga sekitar mengaku masih khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan dari asap dan bau yang diduga berasal dari aktivitas pabrik tersebut. Kondisi itu diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan dugaan pencemaran udara tersebut masih menjadi bagian dari pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sebelumnya, PT BKP juga disebut telah mendapat sanksi kategori kedua dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi terkait pengelolaan emisi udara.

Lurah Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Suhendra, mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan keluhan masyarakat kepada perwakilan manajemen PT BKP, termasuk kepada pihak terkait di bidang lingkungan hidup.

“Untuk dugaan pencemaran yang

Keterangan foto : Lurah Pejuang, Bekasi, Suhendra.

dihasilkan dari cerobong asap PT BKP, terutama bau yang cukup mengganggu warga sekitar, sudah sering kami sampaikan melalui perwakilan manajemen PT BKP, termasuk kepada pihak KLH,” ujar Suhendra, Rabu (26/8/2026).

Menurut Suhendra, pihak PT BKP juga beberapa kali meminta izin untuk menempatkan perangkat atau alat guna melakukan pengujian kualitas udara di sekitar lokasi. Namun, hingga kini pihak kelurahan maupun masyarakat belum mengetahui secara jelas hasil pengujian tersebut.

“Pihak PT BKP sering meminta izin menempatkan perangkat atau alat untuk melakukan uji kualitas udara sekitar. Namun sampai sekarang kami tidak pernah diberitahukan hasil pengujiannya,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang diterima masyarakat, baik dari Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah maupun pihak PT BKP mengenai hasil pengujian kualitas udara tersebut.

“Warga di sini maunya diberi tahu dan dijelaskan hasil laboratorium atau uji kualitas udaranya seperti apa. Apakah masih di ambang batas normal terkait kesehatan warga atau bagaimana, kami tidak pernah tahu,” tegas Suhendra.

Suhendra berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dapat mendorong PT BKP segera melakukan langkah perbaikan terhadap sistem dan cerobong asap pabrik apabila ditemukan adanya persoalan dalam pengelolaan emisi.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar kualitas udara di lingkungan sekitar tetap terjaga dan masyarakat tidak terus merasa terganggu maupun khawatir terhadap dampak aktivitas industri.

Keluhan warga terkait dugaan pencemaran udara dari cerobong asap PT BKP di Jalan Raya Bekasi KM 27, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, sebelumnya juga telah diberitakan sejumlah media.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak PT BKP maupun Kementerian Lingkungan Hidup terkait keluhan warga dan hasil pengujian kualitas udara yang dimaksud.(matafakta.com/SUR)

No comments

Powered by Blogger.