Tak Kenal Lelah, Tim Damkar Tanjung Batu Bersama Satgas Karhutla Berjibaku Jaga Ogan Ilir dari Amukan Api
OGAN ILIR, BERITA ONE. CO. ID— Di tengah teriknya matahari dan kepungan asap pada musim kemarau, sejumlah personel justru bergerak mendekati sumber bahaya ketika sebagian warga memilih menjauh.
Mereka adalah para penjaga api, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, yang terus berjibaku mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meluas.
Bukan hanya satu atau dua orang. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, baik siang maupun malam hari.
Di garis depan, Kepala Pos Damkar Kecamatan Tanjung Batu, Amirullah, tak hanya memberikan arahan dari posko. Ia turut turun langsung ke lokasi, menyusuri medan yang sulit dan memimpin proses pemadaman, khususnya di kawasan lahan gambut Kecamatan Tanjung Batu dan sekitarnya.
"Kami tidak akan membiarkan api meluas. Patroli dan pemantauan di titik rawan akan terus ditingkatkan," tegas Amirullah.
Dalam menjalankan tugas, personel Damkar bersinergi dengan jajaran Polsek Tanjung Batu, Koramil Tanjung Batu, petugas pemadam kebakaran, serta tim PMK Cinta Manis.
Kekuatan tersebut semakin diperkuat oleh Masyarakat Peduli Api (MPA). Warga setempat memiliki pengetahuan mengenai kondisi medan, akses jalan desa, sungai, hingga karakteristik lahan yang menjadi lokasi rawan kebakaran.
Mereka turut melakukan pemantauan di sejumlah wilayah, mulai dari Kelurahan Tanjung Batu, Tanjung Batu Timur, Desa Burai, Seri Bandung, Embacang, hingga Ketiau.
Selain itu, Satgas Karhutla PT SGN Cinta Manis juga ikut bergerak cepat, terutama dalam melakukan penanganan di kawasan perkebunan tebu yang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pemantauan titik panas.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut membuat penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Namun, medan di Kecamatan Tanjung Batu bukan tanpa tantangan. Sejumlah titik memiliki akses yang sulit, sementara karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi kembali menyala. Kondisi cuaca panas dan kepulan asap juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berada di lapangan.
Meski demikian, para penjaga api tersebut tidak memilih untuk berpaling.
Mereka tetap melakukan patroli ketika matahari terik, menyusuri kawasan rawan hingga sore hari, serta mempertahankan kesiapsiagaan ketika asap mengganggu jarak pandang dan rasa lelah mulai menghampiri.
Bagi mereka, tugas tersebut bukan sekadar pekerjaan. Ada kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat yang menjadi alasan untuk terus bergerak.
Para petugas juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah Karhutla.
"Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan ke posko terdekat atau hubungi 110. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," pesan mereka.
Api mungkin dapat dipadamkan dengan air dan kerja keras para petugas. Namun, kepedulian, gotong royong, dan persatuan masyarakat menjadi kekuatan yang jauh lebih besar dalam menjaga Tanjung Batu dari ancaman Karhutla.(Zaki)




No comments