Kementrian Yakin Batu Akik Mampu Angkat Devisa Perdagangan


JAKARTA, B1 - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai melirik baru akik atau bacan sebagai produk yang mampu menambah ragam ekspor Indonesia. Bahkan, baru akik dipercaya mampu meningkatkan devisa perdagangan nasional.


"Sepanjang itu diolah dari tambang yang legal, maka akan kita ekspor apalagi ada nilai tambahnya, karena akan meningkatkan devisa," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/2/2015). 

Dia menuturkan, batu akik akan menambah ragam produk perdagangan Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan program Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menaikan ekspor Indonesia mencapai 300 persen.

"Sesuai dengan program Pak Rahmat Gobel 300 persen ekspor, sekarang kita tengah menggali produk-produk apa saja yang bisa kita ekspor. Yang pasti bagaimana kita menambah ragam produk ekspor, dan menambah eksportirnya sendiri, jenis produk, negara tujuan ekspor, dan pelaku eksportirnya, serta berikan kemudahan terhadap produksi tujuan ekspor," tutur Partogi.

Seperti diketahui, penjualan batu akik dalam negeri memang sedang naik daun. Bahkan, di berbagai daerah batu akik sangat digandrungi oleh masyarakat. Tak jarang, para pedagang batu akik itu pun mampu merauk untung sangat besar dari penjualannya. 

Menariknya, booming batu akik saat ini malah sedikit meredupkan sinar batu mulia semisal permata dan berlian. Hal inilah yang nampaknya membuat pemerintah mulai melirik baru akik menjadi produk ekspor.

No comments

Powered by Blogger.