Proyek Jalan Alternatif Kota Agung – Pagar Ruyung Diduga Dikorup



* Kondisinya Rusak dan Hancur
*Dibangun Dengan Dana Bangub TA 2014

LAHAT, B1 – Proyek pembangunan Jalan Alternatif yang menghubungkan Kota Agung – Pagar Ruyung Kabupaten Lahat yang baru seumur jagung, saat ini kondisinya sudah rusak dan hancur.

Jalan yang dibangun tahun 2014 tersebut, semakin parah apabila hujan karena selain rusak jalan ini pun berlobang dan tergenang air.

Warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya saat dibincangi awak media ini mengatakan sangat kecewa dengan hasil pembangun jalan ini. “Jelas hasil pembangunan jalan dengan panjang sekitar 2 km ini sangat tidak sesuai dengan harapan kami. Kami sangat kecewa dengan kontraktor yang telah mengerjakan proyek jalan alternatif ini. Lihat saja sendiri hasilnya, baru seumur jagung sudah hancur,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan tak hanya jalan saja yang hancur, namun jembatan jalan ini yang juga dibangun tahun 2014 sudah ambruk. “Beberapa waktu lalu Pak Wakil Bupati Lahat sudah turun ke lapangan mengecek langsung ambruknya jembatan. Karena jembatan juga ambruk, warga sini berinisiatif membuat jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” jelasnya.

Kabid Bina Marga Dinas PU Lahat A. Hartawan saat ditemui wartawan media ini terkait hancurnya jalan tersebut, tidak banyak memberikan jawaban, ia meminta agar permasalahan ini jangan diberitakan. Ia pun tidak menerangkan secara rinci besarnya dana dana anggaran untuk proyek jalan ini. “Anggaran proyek ini berasal dari Dana Bangub,” kilahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lahat, Irpan Ilyas punya alasan tersendiri terkait mengapa jalan alternatif tersebut cepat rusak. Belum satu sampai satu tahun dikerjakan, namun jalan sudah mulai hancur berlobang.

Irpan Ilyas, menyebut hal ini akibat adanya ternak ayam dan kebun sawit disana. “Setiap hari kendaraan baik truk maupun pick up yang mengangkut dan membawa ayam maupun sawit yang tonasenya berat melintasi jalan tersebut,” ujarnya.

Ia mengaku akan segera menindak perusahaan yang pelaksana proyek tersebut. “Saat ini saya sedang berada di Palembang, nanti saya akan suruh bawahan saya kroscek ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan tersebut. Ini kan masih masa pemeliharaan sampai bulan juni nanti. Jika memang terjadi kecurangan dalam proses pengerjaannya pihak perusahaan yang menjadi pelaksana proyek tersebut akan saya beri tindakan,” tandasnya.

Heri, salah satu aktivis di Kabupaten Lahat saat dimintai tanggapan mengenai permasalahan tersebut mengatakan pengerjaan proyek ini asal jadi. “Cepat hancurnya jalan alternativ ini diduga akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait, sehingga sang kontraktor dari perusahaan pemenang tender dengan leluasanya mengerjakan jalan ini asal jadi yang penting dana proyek tersebut bisa cepat dicairkan. Saya menduga anggaran proyek ini yang berasal dari dana Bangub ini dikorup," terangnya.

Ia berharap agar pihak aparat penegak hukum segera menindak lanjuti permasalahan ini. "Saya minta pihak aparat penegak hukum yang terkait untuk menindak tegas pihak kontraktor yang terindikasi Kong Kali Kong dengan dinas yang terkait yang diduga telah mengurangi volume pekerjaan proyek Jalan Alternatif Kota Agung Pagar Ruyung,” tandasnya. (SK)

No comments

Powered by Blogger.