Pemkot Nyatakan Perang Terhadap Narkoba.



LUBUKLINGGAU,BERITA-ONE.COM - Maraknya peredaran serta penggunaan narkoba di kalangan pejabat, pegawai negeri sipil (PNS) serta aparat penegak hukum di sejumlah daerah, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, kini mulai melakukan stressing terhadap jajaran di instansi pemerintahannya.
Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengungkapkan, pihaknya telah menyatakan perang terhadap narkoba. Bahkan, berbagai upaya sosialisasi pun, selama ini telah dilakukan pihaknya, guna menyampaikan kepada masyarakat, terkhusus jajarannya terkait bahaya narkoba yang kini telah menjadi ancaman besar."Narkoba merupakan salah satu ancaman besar dan selalu kita antisipasi, agar masyarakat dan khususnya jajaran pegawai di Pemkot Lubuklinggau untuk tidak terlibat apalagi menjadi pengedar, sebab mereka yang bekerja untuk melayani masyarakat, tentu harus memberikan contoh dan tauladan yang baik," ungkapnya, Jumat (9/4).
Ia menjelaskan, pihaknya selama ini juga terus memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau serta aparat penegak hukum lainnya. Hal ini pun, dibuktikan pihaknya dengan memberikan izin melakukan tes dadakan kepada seluruh instansi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkot Lubuklinggu tanpa harus 
 Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar
meminta izin.
"Jadi BNN bisa langsung melakukan tes kepada seluruh instansi di Pemkot Lubuklinggau. Pak Walikota sudah sampaikan itu dan tidak perlu meminta izin dahulu, silahkan langsung saja jika memang ada instansi yang dinilai ada pegawai yang dicurigai terlibat narkoba," kata dia.Diakuinya, hal ini merupakan salah satu bentuk upaya pihaknya, agar pihak BNN Kota Lubuklinggau dan instansi penegak hukum lain, dapat menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa ada intervensi dari Pemkot Lubuklinggau.

"Kita akan anggarkan untuk melakukan tes urine, namun nominalnya belum bisa dipastikan. Yang jelas semua pihak harus peduli dalam upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, seperti masyarakat yang juga harus kooperatif, terutama orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap keluarga, terkhusus anak-anaknya. Lihat saja saat ini, tidak hanya masyarakat umum, bahkan narkoba sudah melibatkan petinggi-petinggi instansi, termasuk aparat penegak hukum yang di daerah lain yang sudah tertangkap akibat terlibat narkoba. Kita nyatakan perang terhadap narkoba," jelasnya.
Sementara itu, selain menstressing jajarannya terhadap penggunaan narkoba, ia juga menghimbau agar seluruh jajaran di Pemkot Lubuklinggau dapat bekerja maksimal, karena memang tugas selaku pelayan masyarakat mesti dijalankan dengan baik."Artinya dengan tunjangan kinerja daerah (TKD), diharapkan dapat juga meningkatkan kinerja PNS. Lagian, aparatur sipil negara (ASN) kan di digaji negara, jadi memang wajib menjalankan tugas dengan maksimal," jelasnya.Ia mengaku, pengawasan kinerja jajarannya terus dilakukan, melalui sejumlah kegiatan rutin yang dilakukan, seperti sidak, apel rutin, serta apel mingguan yang dilakukan ke seluruh instansi."Kalau dari pemantauan masyarakat, memang belum maksimal, terutama di tingkat kelurahan. Intinya, saya himbau, agar pelayanan masyarakat yang paling dekat, seperti pihak Kelurahan dan Puskesmas harus lebih baik, karena citra buruk bisa tercipta jika mereka tidak melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal," ungkapnya.(Joni)

No comments

Powered by Blogger.