Diduga, Tribun Gelora November Pertamina Pendopo Dijadikan Tempat Mabuk
PALI, BERITA-ONE. COM - Diduga Tribun Gelora November Pertamina Asset II Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ) dijadikan tempat mabuk.
Pantauan media di lapangan, tampak tumpukan bungkus obat batuk berwarna hijau dan kaleng bekas lem aibon berserakan di bawah kolong tribun serta di dalam ruang ganti tribun.
Banyaknya bekas bungkus obat batuk dan lem tersebut, membuat Ketua Nasional Pemuda Indonesa (KNPI) PALI prihatin dan meminta seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mencari solusi atas masalah itu.
" Ini tentu tugas kita bersama. Orang tua, sekolah dan pemerintah harus bersinergi agar menciptakan lingkungan yang bersih. Karena, faktor utama maraknya pecandu obat batuk yaitu lingkungan. Terkait hal ini, kita akan coba untuk lakukan sosialisasi bersama pihak lainnya," ujar Anasrullah
Senada dikatakan, Agus Susanto selaku ketua departemen komunikasi dan informasi, Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Kabupaten PALI, meminta agar permasalahan itu segera ditanggapi.
" Gelora November merupakan Asset negara yang dikelolah oleh PT Pertamina, tentu sangat disayangkan jika dijadikan tempat untuk mabuk obat batuk. Makanya, seluruh pihak terkait harus segera duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Ferry Prasetyo Wibowo, Asisten Manager Legal and Relationship (Asmen LR) PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo mengaku bahwa pihaknya berjanji akan segera melakukan pembersihan dan pengetatan patroli di areal tersebut.
" Sebelumnya sudah beberapa kali anggota security melakukan peneguran hingga diantarkan ke orang tua pemuda yang beraktivitas di sana, akan tetapi mendapatkan respon negatif dari pihak orang tua terlapor. Seperti dimarah-marahin oleh orang tua terlapor," jelasnya saat dihubungi rekan media via Watshapnya. (SH)
Pantauan media di lapangan, tampak tumpukan bungkus obat batuk berwarna hijau dan kaleng bekas lem aibon berserakan di bawah kolong tribun serta di dalam ruang ganti tribun.
Banyaknya bekas bungkus obat batuk dan lem tersebut, membuat Ketua Nasional Pemuda Indonesa (KNPI) PALI prihatin dan meminta seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mencari solusi atas masalah itu.
" Ini tentu tugas kita bersama. Orang tua, sekolah dan pemerintah harus bersinergi agar menciptakan lingkungan yang bersih. Karena, faktor utama maraknya pecandu obat batuk yaitu lingkungan. Terkait hal ini, kita akan coba untuk lakukan sosialisasi bersama pihak lainnya," ujar Anasrullah
Senada dikatakan, Agus Susanto selaku ketua departemen komunikasi dan informasi, Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Kabupaten PALI, meminta agar permasalahan itu segera ditanggapi.
" Gelora November merupakan Asset negara yang dikelolah oleh PT Pertamina, tentu sangat disayangkan jika dijadikan tempat untuk mabuk obat batuk. Makanya, seluruh pihak terkait harus segera duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Ferry Prasetyo Wibowo, Asisten Manager Legal and Relationship (Asmen LR) PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo mengaku bahwa pihaknya berjanji akan segera melakukan pembersihan dan pengetatan patroli di areal tersebut.
" Sebelumnya sudah beberapa kali anggota security melakukan peneguran hingga diantarkan ke orang tua pemuda yang beraktivitas di sana, akan tetapi mendapatkan respon negatif dari pihak orang tua terlapor. Seperti dimarah-marahin oleh orang tua terlapor," jelasnya saat dihubungi rekan media via Watshapnya. (SH)



No comments