Prihatin, Kakek Guci Luput Dari Perhatian Pemerintah PALI

Kondisi Kakek Guci  Yang Tinggal di Gubuk derita
PALI, BERITA-ONE. COM - Kemiskinan sampai hari ini sepertinya masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya tergambar dari adanya seorang kakek sebatang kara yang harus tinggal seorang diri di gubuk yang berada di pinggir sungai.

Kondisi memprihatinkan seperti itu dialami Kakek Guci Layar (54) warga Desa persiapan Dewa Sebane Kecamatan Talang Ubi, yang hidup seorang diri sejak berpisah dengan istrinya sepuluh tahun belakangan ini, ia harus menghabiskan hari tuanya di gubuk berukuran 4 x 6 yang berdindingkan kayu papan dengan beralaskan lantai tanah dan tidak memiliki aliran listrik sama sekali.

Kakek Guci dikarunia satu orang anak yang masih menjadi tanggungannya meski anaknya tidak tinggal bersamanya. dengan hal ini, sudah pasti masalah ekonomi memaksa kakek ini harus membanting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri dan membantu biaya sekolah anaknya.

" Sejak berpisah dengan istri saya hidup sendiri dan mempunyai satu anak perempuan yang masih kelas VI SD, meski anak saya tinggal bersama istri, saya sering membantu beliau. (red - Anaknya)," ujarnya saat dijumpai beberapa media di kediamannya, Jumat (26/7/2019).

Meski di usia yang sudah tua kakek ini tidak mengeluh dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari - hari.

" Saya bekerja serabutan, kadang - kadang membersihkan kebun karet warga dengan upah kisaran 300 sampai 400 ribu per hektar, itupun baru selesai hampir satu bulan, kalau tidak ada yg nyuruh kita nganggur, dari pekerjaan itu saya dapat membantu anak saya,kalaupun bahan makan habis saya pinjam di tetangga. Meski mengembalikanny belum tahu," ungkapnya.

Ditanya mengenai bantuan dari pemerintah,  Kakek Guci menuturkan, memang sekarang belum ada bantuan dari pemerintah, bahkan beras raskin pun belum dapat sejak lima bulan belakangan ini, terkait bantuan lain belum ada. Kita sebagai masyarakat kecil kalau pemerintah ingin membantu, ya saya terima, sebenarnya, bantuan tidak jadi masalah bagi saya , yang penting kita makan sudah cukup, keluhnya.

Sakdiah (36) selaku tetangga sangat  prihatin melihat kondisi kakek Guci yang tinggal sebatang kara.

Perihatin dek melihat kondisi kakek Guci, dengan keadaan seadanya. Bantuan beras dari pemerintah kakek itu tidak masuk. Ya memang, kalau kita ada lebih sedikit kita bantu, kami juga kadang kahwatir dengan keadaan beliau.  Tentunya kami sangat berharap sekali pemerintah dapat membantu kakek guci,"harapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) III Amsah, menyampaikan hal yang sama seperti yang diutarakan tetannganya.

" Kita selaku kadus perihatin sekali, ya memang bantuan sudah kita ajukan, selanjutnya saya tidak tahu," tutupnya singkat.(SH) 

No comments

Powered by Blogger.