Bupati Muara Enim Tinjau Proyek Strategis Pasar, Gedung Diklat, hingga Kolam Retensi


MUARA ENIM, BERITAONE.CO.ID – Mengawali tahun 2026, Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., langsung tancap gas dengan meninjau sejumlah proyek strategis daerah di Kecamatan Muara Enim, Senin (5/1). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dibiayai APBD Tahun 2025 berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Adapun proyek yang ditinjau meliputi Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKPSDM Kabupaten Muara Enim di kawasan Islamic Center, pembangunan Pasar Inpres Gedung C, renovasi Pasar Inpres Gedung B yang sebelumnya terdampak kebakaran, serta pembangunan kolam retensi baru di belakang eks Terminal Regional Muara Enim. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah kepala OPD terkait.

Bupati Edison memastikan proyek-proyek yang telah rampung maupun yang masih dalam tahap finishing dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Khusus untuk Gedung Diklat BKPSDM, masa pengerjaan diperpanjang selama 30 hari ke depan sejak berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan, guna menjamin kualitas bangunan.

Gedung Diklat Kabupaten Muara Enim dirancang sebagai pusat pendidikan dan pelatihan yang representatif. Selain berfungsi sebagai kantor dan ruang belajar, gedung ini dilengkapi fasilitas asrama atau mess yang mampu menampung hingga 120 peserta. Tak hanya itu, tersedia pula gedung serbaguna dengan kapasitas sekitar 1.000 orang yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan pelatihan, pendidikan, serta berbagai pertemuan skala besar.

Sementara itu, Pasar Inpres Gedung B dan C yang telah selesai direnovasi dan dibangun kembali dalam waktu dekat akan segera dioperasikan. Kehadiran pasar tersebut diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat Muara Enim, khususnya bagi para pedagang yang sempat terdampak kebakaran beberapa waktu lalu.

Selain sektor pendidikan dan ekonomi, Bupati Edison juga meninjau pembangunan kolam retensi baru di belakang eks Terminal Regional Muara Enim. Pembangunan kolam retensi yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2025 senilai Rp7,7 miliar ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik rawan di wilayah perkotaan Muara Enim.

Bupati menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah daerah akan terus mengawal dan memastikan seluruh proyek strategis ini selesai dengan baik, tepat waktu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.(@EF) 



No comments

Powered by Blogger.