Diduga Gelapkan Dana Bansos, Kades Beringin Dalam Buka Suara: “Itu Murni Penggiringan Opini!”
OGAN ILIR,BERITAONE. CO. ID– Polemik dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) di Desa Beringin Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Kepala Desa Viktor Oktorino.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Beringin Dalam menyuarakan kekecewaan terhadap kepemimpinan kepala desa setempat. Mereka menilai pemerintahan desa berjalan tidak adil, tidak transparan, bahkan sarat dugaan nepotisme serta penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran bansos.
Menanggapi tudingan tersebut, Viktor Oktorino angkat bicara pada Senin (07/01/2026). Ia dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang dilontarkan warga yang identitasnya tidak ingin disebutkan.
“Semua itu sama sekali tidak benar dan hanya merupakan penggiringan opini,” tegas Viktor kepada BERITAONE.
Ia juga membantah keras tuduhan bahwa pengangkatan perangkat desa, kader posyandu, pemangku adat, hingga pengurus Koperasi Merah Putih didominasi oleh keluarga dan pendukung dekatnya.
“Silakan dicek langsung ke desa kami. Jauh sebelum penunjukan dan pelantikan, kami sudah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga untuk mendaftarkan diri. Tidak ada yang kami tutup-tutupi,” ujarnya.
Viktor menegaskan bahwa kebijakan yang diambilnya tidak melanggar ketentuan hukum, termasuk Pasal 29 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang melarang kepala desa membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, keluarga, atau golongan tertentu.
“Sejak dilantik hingga saat ini, saya selalu menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Terkait penyaluran bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan BPNT, Viktor menjelaskan bahwa proses pendataan penerima dilakukan langsung oleh pendamping bansos tanpa campur tangan pemerintah desa. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya koordinasi dengan pihak desa saat pendataan dilakukan.
“Kami bahkan sudah mendatangi dinas terkait untuk melakukan konfirmasi. Mereka menyampaikan akan melakukan perbaikan data dan mengusulkan calon penerima baru ke pusat,” ungkapnya.
Ia juga mengakui adanya persoalan data lama, di mana penerima bansos masih tercatat meski memiliki mobil, kebun luas, rumah mewah, bahkan ada yang telah meninggal dunia.
“Data itu sudah ada jauh sebelum saya menjabat. Kami dari pemerintah desa sudah berulang kali melaporkannya ke dinas terkait. Namun setiap data keluar dari Dinsos, nama-nama itu juga yang kembali muncul. Ini bukan hanya terjadi di desa kami, tapi hampir di seluruh desa di Ogan Ilir,” jelasnya.
Viktor kembali menegaskan bahwa selama kepemimpinannya tidak ada unsur politik praktis maupun pelanggaran netralitas.
“Begitu saya dilantik, tidak ada lagi istilah lawan politik. Semua saya rangkul demi kemajuan Desa Beringin Dalam. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun desa dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.
“Mari kita jaga kondusivitas desa dan jangan mudah terhasut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Viktor.(zaki)










No comments