Subuh Berdarah di Kebun Sawit Teluk Kijing, Pemuda 22 Tahun Tewas Dibacok
MUBA, BERITAONE.CO.ID – Suasana pagi yang biasanya sunyi di Dusun V Desa Teluk Kijing II, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, berubah mencekam. Warga digegerkan dengan penemuan sesosok pemuda yang tergeletak tak bernyawa, bersimbah darah, di areal kebun kelapa sawit, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan sadis.
Korban diketahui bernama Frima Mandala Putra bin Rowani (22), warga Dusun I Desa Tanjung Agung Utara, Kecamatan Lais. Informasi tersebut dibenarkan Kapolsek Lais AKP Syawaluddin, S.H., melalui Kasi Humas Polres Muba IPTU Hutahean, S.M.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di kebun sawit Dusun V Desa Teluk Kijing II. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka bacokan di bagian wajah dan leher,” ungkap IPTU Hutahean.
Hasil pemeriksaan awal di Puskesmas Gardu Harapan menunjukkan korban mengalami luka serius akibat senjata tajam. Tercatat tiga luka bacok parah, yakni luka sobek pada pipi kanan hingga leher sepanjang kurang lebih 20 sentimeter dengan kedalaman sekitar 8 sentimeter, luka sobek di pipi dekat rahang sedalam 4 sentimeter, serta luka sobek di bagian atas telinga kanan dengan lebar sekitar 7 sentimeter dan kedalaman 2 sentimeter. Tragisnya, tulang leher bagian belakang korban juga dilaporkan terpotong sebagian.
IPTU Hutahean menjelaskan, sebelum kejadian korban diketahui berada di kebun bersama orang tuanya, Rowani, untuk menjaga kebun durian yang berada di sekitar kebun sawit milik keluarga. Sekitar pukul 04.00 WIB, korban masih bersama ayahnya di pondok kebun. Sekitar pukul 04.30 WIB, sang ayah tertidur, sementara korban diduga keluar pondok untuk memeriksa apakah ada buah durian yang jatuh.
Sekitar pukul 06.00 WIB, Rowani terbangun setelah mendengar teriakan memanggil namanya. Saat mendekati sumber suara, ia mendapati anaknya sudah tergeletak di tanah, bersimbah darah, dan dalam keadaan meninggal dunia.
Selain itu, seorang saksi bernama Subhan Adinata (51), petani yang melintas menuju kebunnya, turut mengetahui kejadian tersebut dan membantu memberitahukan peristiwa itu kepada pihak keluarga.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Lais segera mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan penyelidikan awal. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan lidik untuk mengungkap pelaku,” tegas IPTU Hutahean.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor guna mempercepat pengungkapan kasus.
“Kami berharap kerja sama masyarakat agar kasus ini segera terungkap,” tutupnya. (FR)










No comments