Ketua Gapeksindo Ogan Ilir Protes, Diduga Proyek Pemkab Dimonopoli Oknum DPRD
![]() |
| Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kabupaten Ogan Ilir, |
OGAN ILIR, BERITA ONE – Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kabupaten Ogan Ilir, Deswilton, menyampaikan protes terkait dugaan praktik monopoli proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir oleh sejumlah oknum anggota DPRD Ogan Ilir.
Deswilton yang juga merupakan pemborong lokal profesional mengaku keberatan atas kondisi tersebut. Menurutnya, para kontraktor lokal kini merasa tersisih karena sulit mendapatkan akses mengikuti proyek-proyek pemerintah.
“Kami selaku pemborong lokal tentunya merasa keberatan dengan adanya sejumlah oknum DPRD Ogan Ilir yang diduga menguasai atau memonopoli proyek-proyek di dinas-dinas dalam lingkup Pemkab Ogan Ilir ini,” ujar Deswilton, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan, para kontraktor lokal bahkan kesulitan mengikuti proses lelang karena disebut-sebut proyek sudah lebih dahulu “dimiliki” oleh oknum tertentu.
“Kami sebagai pemborong lokal profesional merasa tersisih dengan adanya hal seperti ini. Mau ikut lelang proyek pun tidak bisa lagi, karena katanya proyek sudah dimiliki oleh oknum-oknum anggota DPRD tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, Deswilton menduga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Ogan Ilir mengalami tekanan atau intimidasi dari oknum-oknum tertentu agar proyek diarahkan kepada pihak tertentu.
“Dugaan saya sejumlah dinas yang ada proyek mendapat intimidasi dari oknum-oknum anggota DPRD tersebut, karena faktanya seluruh dinas yang ada tidak mau terbuka terhadap kami terkait hal ini,” ungkapnya.
Deswilton memaparkan, dugaan monopoli proyek tersebut disebut terjadi di sejumlah dinas yang memiliki paket pekerjaan konstruksi, di antaranya Dinas Perkim, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta beberapa OPD lainnya di lingkungan Pemkab Ogan Ilir.
Ia berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti persoalan tersebut agar tercipta iklim usaha yang sehat dan transparan bagi para kontraktor lokal di Ogan Ilir.(ZK)



No comments