Audit Jadi Dasar Pembenahan, Utang RSUD Prabumulih Turun Rp10 Miliar dalam Lima Bulan


PRABUMULIH, BERITAONE.CO.ID – Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan pembenahan terhadap kondisi keuangan dan tata kelola RSUD Prabumulih. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengajukan audit pada awal 2025 sebagai dasar perbaikan sistem pengelolaan rumah sakit sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

Direktur RSUD Prabumulih, dr. H. Ade Nur Ichklas, mengatakan hasil audit tersebut pada prinsipnya memberikan sejumlah rekomendasi agar rumah sakit memperbaiki tata kelola serta menerapkan langkah-langkah efisiensi dalam pengelolaan operasional dan keuangan.

Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6/2026).

"Audit yang diajukan Pemerintah Kota Prabumulih di awal tahun 2025 pada intinya meminta adanya perbaikan tata kelola RSUD dan efisiensi. Rekomendasi tersebut menjadi pedoman kami dalam melakukan pembenahan secara bertahap," ujarnya.

Selain menindaklanjuti hasil audit, manajemen RSUD juga melakukan pendataan ulang seluruh kewajiban kepada para kreditur. Proses tersebut disertai rekonsiliasi dengan masing-masing pihak hingga dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penetapan nilai utang rumah sakit.

"Seluruh utang telah didata ulang dan direkonsiliasi bersama pihak kreditur. Hasilnya telah dibuat berita acara rekonsiliasi daftar utang RSUD Prabumulih sehingga seluruh kewajiban telah tervalidasi," jelas Ade.

Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, total utang RSUD Prabumulih per Desember 2025 tercatat sekitar Rp31 miliar. Nilai tersebut meliputi utang jasa pelayanan, pembelian obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), pembelian alat kesehatan, serta kewajiban lainnya.

Namun, berbagai langkah pembenahan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Hingga 30 Mei 2026, nilai utang rumah sakit berhasil ditekan menjadi sekitar Rp21 miliar atau berkurang sekitar Rp10 miliar dalam kurun waktu lima bulan.

"Per 30 Mei 2026, utang RSUD sudah berkurang menjadi sekitar Rp21 miliar. Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Ade menegaskan, manajemen RSUD Prabumulih akan terus melanjutkan upaya pembenahan melalui peningkatan tata kelola, efisiensi anggaran, serta penyelesaian kewajiban kepada para kreditur secara bertahap.

"Kami berkomitmen membangun tata kelola rumah sakit yang lebih baik, profesional, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu," tegasnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Prabumulih berharap kondisi keuangan RSUD semakin sehat, tata kelola semakin baik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu terus meningkat.(MM) 

No comments

Powered by Blogger.