PHR Zona 4 Siagakan Personel dan Armada, 113 Karhutla di Sumsel Berhasil Dipadamkan
SUMATERA SELATAN, BERITAONE.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan kewaspadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Perusahaan memastikan seluruh personel dan peralatan pemadam kebakaran dalam kondisi siaga untuk menjaga kelancaran operasi hulu migas sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Sejak akhir Juli hingga 28 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran dari tujuh field PHR Zona 4 telah turut menangani dan memadamkan 113 kejadian karhutla di wilayah Sumsel.
Rinciannya, sebanyak 18 kejadian ditangani PEP Prabumulih Field, 27 kejadian oleh PEP Limau Field, 27 kejadian oleh PEP Adera Field, 16 kejadian oleh PEP Pendopo Field, 17 kejadian oleh PEP Ramba Field, serta 8 kejadian ditangani Pertamina Hulu Energi Ogan Komering dan Raja Tempirai (PHE OKRT) Field.
Pjs General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengatakan perusahaan memiliki kepedulian terhadap penanggulangan karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel.
“Dalam situasi ini dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama untuk meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ujar Luthfi.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, masing-masing field di wilayah kerja PHR Zona 4 menyiagakan armada pemadam kebakaran beserta petugas jaga setiap hari.
PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field masing-masing menyiagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dengan empat petugas setiap hari.
Sementara PEP Adera Field menyiagakan satu unit fire truck dengan lima petugas. PEP Pendopo Field menyiagakan lima unit fire truck dengan tujuh petugas setiap hari.
Kemudian PEP Ramba Field menyiagakan tiga unit fire truck dengan tujuh petugas yang ditempatkan di empat lokasi. Sedangkan PHE OKRT menyiagakan satu unit fire truck dengan lima petugas.
Tidak hanya armada, PHR Zona 4 juga memastikan kesiapan berbagai peralatan pemadam kebakaran di masing-masing field. Peralatan tersebut antara lain fixed fire pump, mobile fire pump, water tank, serta perlengkapan pendukung pemadaman lainnya.
Deteksi titik panas juga dilakukan melalui patroli rutin tim security Pertamina. Selain itu, informasi mengenai kejadian karhutla diperoleh dari laporan masyarakat maupun pemerintah setempat, khususnya apabila api berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Luthfi mengapresiasi peran masyarakat yang turut memberikan informasi terkait potensi ancaman karhutla.
“Kami berterima kasih atas laporan masyarakat yang melaporkan kebakaran yang mendekat ke jalur pipa maupun fasilitas produksi. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja, yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah kerja tersebut tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta Kabupaten Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).




No comments