Konspirasi Tingkat Tinggi di PALI Penjabat Bupati Diduga Intervensi PANWASLU



PALI, B1-Polemik menjelang PILKADA di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bak  tajamnya sebilah pedang sedang menunggu sasaran empuk. Penyelenggara PILKADA di PALI tidak konsisten dengan tugasnya, terkesan tidak transparan, sangat jelas ada yang mengendalikan pihak penyelenggara.

Sedangkan umumnya masyarakat PALI sangat  mengharapkan PILKADA perdana ini dapat membuktikan bahwa pesta rakyat akan sukses sehingga KPUD Muara Enim di PALI yang mendapat mandat sebagai penyelenggara PILKADA 2015 nanti dapat membuktikan sesuai dengan ungkapan saat Launching yang dengan lantangnya mengatakan  “KITA BISA SUKSESKAN PILKADA “ mengikuti peraturan undang- undang Pemilu yang berlaku dan memohon kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut berperan serta, sehingga kabupaten kita menjadi contoh terbaik dari kabupaten lain yang gagal melaksanakan Pilkada.

Saat Lounching hadir ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik S.P bertanya “Apakah Penyelenggara dan seluruh masyarakat  PALI siap untuk laksanakan Pilkada ditahun 2015 ini sebab banyak contoh kabupaten yang gagal, tentu saja situasi tetap terkendali dan  tetap kondusif dari Pencalonan sampai Pesta Rakyat  tanggal 9 Desember 2015 nanti” ungkap ketua KPU Pusat.

Wartawan saat meliput acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan dalam  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2015 Tingkat Kabupaten, Kamis 20 Agustus 2015, justru sebaliknya tidak sesuai dengan Tema  acara tersebut, dikarenakan tidak ada  satu pun Media dapat meliput dari pagi hingga jam 17.30 WIB pihak penyelenggara dalam hal ini KPUD Muara Enim di PALI tidak bisa memberikan Informasi, sangat tertutup dan pengawalan komplit oleh SatPol PP,POLRI, TNI dan keamanan terkait.

Sangat jelas Rapat hari itu tidak boleh dipublikasikan kepada masyarakat kabupaten  PALI, ada apakah gerangan yang terjadi didalam ruangan kantor KPUD PALI tersebut?

Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir harus tahu perkembangan Pencalonan, Rekapitulasi Dukungan  hingga dapat terwujudnya Pilkada 2015 yang akan datang seperti tertera pada Diagram Pemilihan Kepala Daerah, jelas bahwa Calon Independent langsung berhubungan dengan Rakyat sedangkan Calon Partai lebih dulu keanggota Partai baru ke Rakyat, kesimpulan apa yang dilakukan KPUD Muara Enim di PALI jelas bertentangan hingga Publik tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya. Media adalah corong Informasi Publik, kami sangat kecewa, tetapi  wartawan Pali ekspres tidak berputus asa justru menjadi suport untuk mencari fakta kebenaran meskipun hanya mendapat data surat   Gugatan  keberatan dari salah satu Calon Independent, sekali  lagi dipertanyakan apa yang terjadi dibadan KPUD PALI?

Hasil Konfirmasi wartawan kepada salah satu Calon Independent mengatakan, hasil keseluruhan  15.700 dukungan, selanjutnya beliau mengajukan Permohonan   verifikasi faktual ulang terkait data pendukung yang tidak diverifikasi KPU untuk pasangan Yamu. Untuk  Talang ubi antara lain Desa Talang Bulang,Semangus,Suka maju,Sungai Baung total  data pendukung 1.439, Penukal Utara 119 pendukung, Penukal 242 pendukung, Abab 750 pendukung  dan Tanah Abang 1.076 total 3.626 dukungan menurut catatan data KPU.

Permasalahan  di Desa Suka Maju pendukung pasangan Yamu  KPU menyatakan bahwa ada  163 data pendukung berstatus  TNI dan Polri, sedangkan data dokumen dipasangan YaMu berstatus petani/ penyadap karet, berarti  didesa tersebut ada Tentara, Polsek baru”alias sekitar satu Pelton”, bila dilihat dari keterangan KPU, yang dipertanyakan kepada KPU “apakah KPU tidak mengenal/ tidak tahu wilayah desa Suka maju hingga dapat menyatakan jumlah TNI dan Polisi  sejumlah yang disebutkan,  inilah dinamika pilkada  yang terjadi dikabupaten PALI, sangat menarik bukan?.

Untuk Penarikan  data pendukung terhadap pasangan YaMu di  kecamatan Abab khusus Desa Karang Agung ada 29, di Tanah Abang selatan ada 80 data pendukung, Desa Talang Bulang 64  diatas pernyataan bermaterai menyatakan menarik dukungan terhadap pasangan Yamu  yang diketahui dan ditanda tangani oleh kades ( Kepala Desa) setempat, untuk itulah pasangan YaMu mengajukan verifikasi ulang sebab data  itu tidak sempurna, karena  dari warga pendukung masyarakat itu sendiri menyatakan tidak pernah menarik dukungan mereka kepada pasangan Yamu, alias pernyataan tersebut Nembak.

Jelas bahwa PPS didaerah yang bersangkutan tidak bekerja sesuai undang-undang  dan  seharusnya turun kelapangan   menemui langsung ke masyarakat, untuk itu Bola ada diPanwaslu. Panwaslu  harus dan wajib  mengeluarkan Rekomendasi  tertulis  untuk verifikasi ulang terkait permohonan verifikasi ulang yang kami ajukan karena dalam hal ini ada kesalahan.

Selanjutnya pasangan YaMu menunggu panggilan KPU terkait Rekomendasi yang dikeluarkan  Panwaslu, Beliau meminta waktu  1 atau 2 hari Rekomendasi guna  proses perifikasi data pendukung. Tidak ada cela Panwaslu untuk tidak bisa mengeluarkan Rekomendasi untuk verifikasi data dukungan, sebab itu adalah Hak Pasangan Calon Independent untuk mendapatkan Rekomendasi  guna  verifikasi data.

Tentang pergantian pasangan sampai sekarang ini KPU RI tidak pernah mengeluarkan peraturan atau satu surat pun mekanisme  dukungan penggantian pasangan calon, sedangkan peraturan penggantian pasangan calon ditetapkan  apabila calon tersebut meninggal dunia, dan berhalangan tetap atau gugur kesehatan, tetapi apakah dukungan pasangan calon semula  bisa menjadi data  pendukung  calon pengganti  dan pihak KPU wajib mengumumkan kepada publik tentang penggantian pasangan calon tersebut, dan itu sudah dipertanyakan secara tertulis,  KPU juga akan menjawabnya secara tertulis,sedangkan sampai saat ini KPU belum mengeluarkan statmen atau  mengumumkan penggantian pasangan calon kepada publik dimedia apapun.

Saat dikonfirmasi BHB (Beni Hendra Badrun) yang juga merupakan pasangan Independen mengatakan dengan nada santainya “DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT”  kepala daerah harus  netral agar masyarakat kabupaten PALI bisa lebih leluasa siapa yang akan dipilihnya nanti untuk menjadi Bupati Definitif untuk di Kabupaten yang dicintai masyarakat.

Wartawan berhasil menkonfirmasi anggota LSM SIGAP Kabupaten PALI Iwan Pidin dikediamannya  tentang  Panwaslu kabupaten PALI terkait Polemik PILKADA tahun 2015 mengatakan  bahwa Komisioner Panwaslu kabupaten PALI merasa tidak berkutik karena Intervensi  dari Penjabat Bupati  PALI yang sekarang menjabat dan Penjabat Bupati PALI yang Lama yang tidak lain Ir.H.Heri Amalindo MM, yang saat ini sebagai calon Bupati PALI yang diusung dan didukung Partai Politik.

Saat itu sekitar jam 16.30 WIB Komisioner Panwaslu Zahri Gusniarto. S. Pd. M. Si memanggil Iwan Pidin  keruangan khusus secara empat mata dan berkata : “Aku ka' bingung sekarang, aku tidak bisa mengeluarkan rekomendasi karena ditekan  oleh Bupati yang sekarang dan Heri Amalindo, lalu Iwan pidin menyaran kan “kalau kau ditekan kau berenti ngurusi ini “ lalu Agus Sahri banyak bercerita sehingga dia mengeluh dengan jabatan ini dengan mengatakan : “ aku ni kak, dakatek apo-apo disini, aku ni cuma pegawai negeri ,Guru,  gaji kecik, kalu bae disini dapat seseran” lalu Iwan pidin menjawab : “Dari pada kau jadi korban, yang korban bukan cuma  kau bae. Tapi anak bini kau jugo korban” selanjutnya Agus Sahri SPd tidak dapat menjawab lagi,” ungkap Iwan Pidin.

Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat Sigap Suhaimi Dahalik. SH saat dikonfimasi berharap kepada seluruh anggota LSM Sigap di kabupaten PALI untuk buka mata, buka telinga, katakan benar jika itu benar dan katakan salah jika itu salah. wujudkan kepercayaan masyarakat yang ingin merdeka dari penjajah berkedok pahlawan.

Diibaratkan permainan bolakaki KPU harus menjadi wasit yang Netral, jangan berat sebelah jika ingin pertandingan bola kaki tidak kisruh baik dilapangan (para Pemain) maupun masyarakat yang menonton pertandingan tersebut. tegas Suhaimi.

Penjabat Bupati PALI Drs. H Apriadi Msi. saat dikonfirmasi Via Handphone pada nomor 0813xxxx355 dan SMS prihal Intervensi terhadap Agus Sahri Spd hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban.(*)

No comments

Powered by Blogger.