YANI : Demokrasi Abal-Abal di Pilkada PALI 9 Desember


PALI, B1-Kemerdekaan Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, memisahkan diri dari kabupaten Induk Kabupaten Muara Enim agar jangan kembali tertindas oleh Penjajah yang berkedok Pahlawan.

Dengan adanya pemilihan kepala Daerah (Pilkada) pada tanggal 09 Desember mendatang menunjukan bukti bahwa, kabupaten PALI memiliki putra daerah yang mampu bersaing secara sehat. dari pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati diantaranya : Beni Hendra Badrun & Rizal, gugur diakibatkan permainan Politik tingkat tinggi yang dengan sengaja memberikan dukungan kamuflase. pasangan Rimpa Gaya dan M. Taufik  gugur diakibatkan permainan dari KPU dengan data dukungan yang  sengaja dihilangkan oleh petugas melalui  Syber, hingga  akhirnya masyarakat tahu dan memberikan dukungan kepada masing-masing kandidat yang tinggal diantaranya pasangan Sukarman dan Edi, pasangan Yani dan Mukhtar, serta pasangan Heri amalindo dan Ferdian.

Tahap demi tahap  dilalui oleh pasangan hingga tes kesehatan Eftiyani dan Mukhtar  dinyatakan lulus,  Sukarman dan Edi dinyatakan sakit hingga  sukarman ganti pasangan dengan Ali Marjan tanpa pemberitahuan kepada Publik, Heri Amalindo dan Ferdian  dinyatakan lulus setelah mengikuti ulang tes kesehatan.

Alhasil mendekati pengumuman  pihak Panwaslu Zahri Gusniarto di tekan oleh Penjabat Bupati PALI Drs. H. Apriyadi. M. Si dan Heri Amalindo agar pasangan  Eftiyani gugur bagaimanapun juga caranya, berikut keterangan ini disampaikan gus terhadap salah satu anggota LSM yang ada di Kecamatan Talang Ubi.

Detik-detik penantian pengumuman  sampai pada masanya, permintaan pasangan YAMU agar panwaslu mengulang Verivikasi data hingga waktunya berbagai macam alasan pihak panwaslu tetap membatalkan pasangan YAMU ikut bertarung di PILKADA Desember mendatang. dengan alasan ke Palembang, Ke Lahat dan lainnya. karena tekanan dari Atasan.

Ketua KPU Muara Enim di PALI membacakan surat keputusan bahwa hanya dua calon yang maju pada PILKADA PALI yakni HAFAl dan Sukal. dengan alasan ketua KPU mengatakan saat jumpa PERS bahwa Panwaslu tidak memberikan surat rekomendasi ke KPU hingga ditetapkannya pasangan tersebut. Kekecewaan pendukung YAMU  karena Calon Kandidat dambaannya di tindas oleh permainan birokrasi di KPU, menempuh jalur hukum yang akan dibawa perkara tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

Hari ini telah lahir Pemimpin Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pilihan rakyat yang bernama H. Eftiyani. SH Bin Sanif, demokrasi 9 Desember adalah Demokrasi Abal-abal, jika masyarakat ingin menggunakan suara atau tidak silahkan memilih Boneka atau Hafal. tegas Yani.(*)

No comments

Powered by Blogger.