Angka Kekerasan Terhadap Anak di Lubuklinggau Turun.


(P2TP2A) Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana

LUBUKLINGGAU,BERITA-ONE.COM - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana memastikan, angka kekerasan terhadap anak di Kota Lubuklinggau saat ini dilaporkan mengalami penurunan.

Trend positif ini pun, diharapkan tidak tercoreng dengan adanya peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap anak kedepannya, tentunya melalui peran serta berbagai pihak, terutama orang-orang terdekat anak-anak, seperti orang tua, saudara, termasuk lingkungan sekitar tempat tinggal anak.

"Bahaya laten atau salah satu akar masalah timbulnya kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual yakni timbul akibat tontonan pornografi yang sebelumnya terselubung, kini sangat mudah didapat atau diakses oleh anak-anak," jelasnya.

Mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, pihaknya mengaku selama ini telah konsen menyampaikan hal ini ke sekolah-sekolah, melalui kegiatan sosialisasi yang digelar secara rutin.

"Tentu hal paling baik dan sering kita sampaikan, agar anak-anak juga diharapkan bisa diajarkan untuk melindungi diri sendiri. Untuk itu, kita juga rutin mengkampanyekan hal ini kepada orang tua, agar bisa turut membatasi dan mengawasi aktivitas anak," ungkapnya.

Disampaikannya, membangun kesadaran terhadap anak, agar menghindari bahaya dinilai masih sangat mudah, hal ini akan lebih sulit jika dibandingkan membangun kesadaran, agar menjauhi konten porno atau meminum minuman keras (miras) kepada orang dewasa.

"Sederhananya, kita harapkan anak paham dengan bahaya atau. Alhamdulillah, hingga kini termasuk camat sudah turun langsung juga untuk menyampaikan ajakan tersebut, bahkan ke tingkat pendidikan terendah, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk ke posyandu," jelasnya.
Diakuinya, anak yang berumur dibawah 11 tahun, wajib untuk mendapatkan bimbingan orang tua dengan lebih maksimal. Sebab, menurutnya masyarakat saat ini menjadi target pemasaran pornografi.

"Jumlah penduduk kita besar, termasuk jumlah anak-anak juga tinggi, ini potensi yang harus diselamatkan," ungkapnya. (Joni)

No comments

Powered by Blogger.