Kerjasama CSR PT TeL Dalam Pengelolaan Serat Daun Nanas


MUARA ENIM,BERITAONE.CO.ID---Dalam Pemanfaatan sebagai olahan bahan baku pembuatan tekstil, padahal selama ini daun nanas belum termanfaatkan, umumnya daun nanas dibuang begitu saja ternyata dapat diolah menjadi beberapa kerajinan dimana daun nanas dapat diolah secara mekanisasi. Pada awalnya proses ekstrasi masih dilakukan secara konvensional, yaitu dengan cara di busukan melalui perendaman yang kemudian dikerok – kerok dengan menggunakan bambu. Hanya saja proses konvensional tersebut kapasitas produksinya masih sangat terbatas. Pada saat ini proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan Mesin Dekortikator sehingga kapasitas produksinya pun relatife lebih banyak.

CSR PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (TeL) melalui program Economic Empowerement atau Program Pemberdayaan Ekonomi melihat peluang tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar PT TeL. Untuk mengembangkan pemanfaatan “Serat Daun Nanas” CSR TeL bekerjasama dengan Kelompok Tani Tunas Jaya atau yang lebih dikenal dengan “Serat Nanas Ibu Fitri” yang telah mengolah daun nanas menjadi serat sejak April 2021 di Prabumulih dan telah dijual ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar negeri seperti Singapura, Taiwan, Thailand, India, dan Jepang.


TeL telah mensosialisasikan pemberdayaan daun nanas ini ke beberapa desa sekitar pabrik dan mulai memfasilitasi perwakilan warga desa (Desa Dalam, Desa Bulang, dan Desa Kuripan Selatan) yang tertarik akan pemberdayaan daun nanas. Dimulai dari pemberian training sejak 29 Juli – 4 Agustus 2023 yang dibimbing langsung oleh Ibu Fitri. Pada hari pertama semua peserta training diberi seminar dan pengenalan terlebih dahulu yang diadakan di ruang meeting Graha Medang TeL, dan juga dihadiri oleh perwakilan manajemen TeL Bpk. Mochamad Amrodji (Direktur HR&CA), Bpk.Siswanto (Manager LCD-CSR), tim dari CSR TeL serta 4 orang perwakilan dari Deskranada Muara Enim. Kemudian dihari selanjutnya semua peserta diantarkan langsung ke lokasi pengelolaan serat daun nanas Ibu Fitri di Prabumulih. Di sini mereka diajarkan langsung mulai dari cara pengambilan daun nanas sampai proses menggunakan mesin untuk menjadikan daun nanas menjadi serat.


CSR TeL nantinya akan mendistribusikan mesin Dekortikator ini kepada desa-desa yang sudah mengikuti training tersebut untuk bisa digunakan semaksimal mungkin. Serat nanas merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat dibutuhkan dunia. Serat nanas merupakan bahan baku tali-temali, karung goni, benang halus, hammock, tikar, tas jaring, pakaian dan lain-lain. Bahkan, limbah hasil ekstraksinya dapat diolah menjadi budidaya maggot, makanan ternak dan pelet ikan.

Harapan CSR TeL, semoga dengan pelatihan ini nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga dan bisa menumbuhkan serta meningkatkan perekonomian warga desa sekitar untuk menjadi masyarakat yang maju, mandiri, berdaya dan sejahtera. (MM)

No comments

Powered by Blogger.